KEMAMPUAN adalah KELEMAHAN

Ketika Hidup Mulai Tak Berwarna
Posts I Like
Kapan aku bisa berdoa untuk orang yang menyakitiku dan pada saat itu juga.
Harapanku
Tidak seorangpun di dunia ini bisa menggantikan ketabahan. Bakat tidak akan bisa; tidak ada yang lebih umum daripada orang berbakat yang tidak berhasil. Pendidikan tidak akan bisa; bukankah dunia ini penuh dengan orang gila yang berpendidikan?. Bahkan jenius juga tidak akan mampu; jenius yang tidak diakui sudah hampir menjadi pepatah. Hanya ketabahan dan tekad adalah kunci utama keberhasilan.
Calvin Coolidge

Seorang negarawan [Indonesia] tidak boleh membawa-bawa ajaran agamanya (agama tertentu) di dalam forum apapun, terkecuali forum tertutup dan (ada jaminan) tidak akan dipublikasikan. (tidak tersebar ke “telinga” agama lain)

Lihatlah mereka yang mengaku sebagai negarawan dan juga mengaku sebagai manusia beragama, bagaimana bentuknya negara? Hancur. Selain negara hancur, [nama] agamanya mendapat getah dari perlakuannya, sekaligus telah menginjak-injak hukum di negara sendiri.

Melainkan negarawan harus menjunjung tinggi hukum, sebab negara kita negara hukum. Ketahuilah juga, tidak boleh membawa-bawa ajaran agama di sini bukan berarti HARUS tidak beragama.

Entah apa yang membuat para negarawan ingin bersumpah demi A; demi B; demi Z. Itulah karena nilai-nilai hukum di Indonesia kian terkikis. Padahal bukankah kita seharusnya berkata Ya, jika ya, dan Tidak, jika tidak? karena Inilah sesungguhnya hukum orang yang ber-TUHAN.

Cium Kudus

@ricolg

“Jangan tunjukkan dirimu sebagai orang yang ber-AGAMA, tapi tunjukkanlah dirimu sebagai orang yang ber-TUHAN, maka secara langsung HUKUM akan bisa ditegakkan.” - RRLG

Sdra/i Rico Ricardo Lumban Gaol (NIM 12808037)
Sehubungan dengan semakin maraknya tindak penipuan dari pihak yang mengatasnamakan Dirjen Dikti, Rektor ITB, Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Direktur Pendidikan ITB, Kepala Lembaga Kemahasiswaan ITB, dsb., maka mahasiswa dihimbau untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1.	Apabila menerima informasi mengenai tawaran pembiayaan untuk mengikuti seminar, pertemuan di luar kota, dan semacamnya, hendaknya mahasiswa melakukan pengecekan (cross check) ke lembaga resmi terkait di ITB, seperti Kantor Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Direktur Pendidikan ITB, dan Kepala Lembaga Kemahasiswaan ITB.
2.	Komunikasi yang dilakukan oleh ITB kepada mahasiswa dilakukan melalui sarana resmi yang dimiliki oleh ITB (surat resmi, laman lembaga, dan/atau email resmi lembaga).
3.	ITB tidak pernah meminta mahasiswa untuk menyetor sejumlah uang ke rekening tertentu sebagai kompensasi bagi janji pembiayaan untuk mengikuti seminar dan semacamnya.
4.	Bila menerima informasi yang mencurigakan, baik melalui telepon, pesan singkat (sms), ataupun email, mahasiswa diharapkan melaporkan hal tersebut kepada Lembaga Kemahasiswaan ITB atau Direktorat Pendidikan ITB.

Sekian untuk diperhatikan,

Terima kasih,

Sumber: email masuk dari infoakad@akademik.itb.ac.id

Biasanya kalau kita sedang nge-fans sama seseorang, terutama artis, kita pasti mengikuti info tentang dia. Bukan hanya itu, kita sering menunggu iklan terbarunya, jika dia seorang bintang iklan, terus selalu membeli apapun barang (produk) yang diiklankannya.

Ada suatu kejadian yang tidak menyenangkan dari fans Maudy Ayunda, terutama yang lelaki. Maudy Ayunda pernah Iklan Pond’s Double Action mereka beli. Pernah juga iklan Coca-cola, sampai sekarang minuman para fans-nya jadi itu-itu terus. Pernah juga Iklan Line, hampir tiap saat jadi main Line. Ehhh, hampir lupa, dia juga pernah bintang iklan Suzuki Nex, apakah para fans-nya sudah membeli motor itu? haha.

Tapi yang tidak terbayangkan ialah bagaimana kalau nanti Maudy jadi iklan (maaf) Bra, apakah fans-nya yang lelaki akan tetap beli? Mau pakai di mana? haha. Atau bahkan jadi bintang iklan (maaf lagi) Softex bareng Mika Tambayong, tetap beli dan pakai? Atau sekedar beli dan dipajang? Mau pajang di mana? haha.

#Cuma Humor

Politik Taik Kucing
Soe Hok Gie
Tolong, jangan persulit kami untuk memberikan yang terbaik untukmu wahai bumi pertiwi.
Unquenchable Spirit

Setiap duta bangsaku datang kesuatu negara asing, pastilah duta bangsaku harus memahami bahasa negara yang akan dikunjunginya tersebut, yah setidaknya bahasa Inggris.

Setiap duta asing datang ke Indonesia, kaumku pasti menyambut mereka dengan bahasa asal duta asing itu, yah setidaknya bahasa Inggris yang juga merupakan bahasa asing.

Lalu kapan bahasa INDONESIA akan DIHARGAI negara asing kalau kita sendiri tidak menghargainya. Bukankah dari kedua contoh di atas menunjukkan bahwa bahasa INDONESIA begitu rendah dibandingkan bahasa asing. Lalu itu tugas siapa?…

Aku sendiripun takut untuk tidak belajar bahasa asing, itu karena memang bahasa bangsaku, BAHASA INDONESIA, tidak begitu berharga di negri ini. #ehhhh

“Segala sesuatu yang telah pergi (hilang), pasti akan selalu ada penggantinya”, mungkin itulah arti dari kutipan di atas.

Hmmm, yah sebenarnya tulisan ini menyinggung permasalahan di negri kita, Indonesia, yang semakin hari rakyatnya semakin suka berteriak “TURUNKAN DIA” kepada para wakil rakyatnya. Padahal tidak semua rakyat yang bisa berpikir dengan jernih apa akibatnya setelah mereka berteriak seperti itu.

Tulisan ini terinpirasi dari kisah seorang yang sangat kritis (menurutku pribadi) di zamannya. Dialah GIE. Dia merupakan salah satu aktivis/pegiat kampus yang campur tangan menggulirkan Soekarno (jika melihat kisahnya dari catatannya).

Sebenarnya tanpa melihat apakah kisah yang ditulisnya semua benar atau salah, aku hanya mengambil sisi negatif dan positifnya saja, (lewat==» tertawa guling-guling).

Yang aku tau, zamannya soekarno saat itu memang sedang hancur-hancurnya, yang KATANYA dia sudah tidak berpihak lagi ke rakyat dan sudah terpengaruh kepentingan politik, sebut saja kepentingan PKI. Sehingga banyak dari golongan anti PKI dan salah satunya ialah GIE sendiri yang ingin menjatuhkan Soekarno, dan aksi mereka berhasil (gimana caranya, baca aja sendiri kisahnya haha :P).

Oke kembali ke topik utama. Nyatanya, setelah Soekarno tergeluncur, apakah penggantinya merupakan pemimpin ideal yang diharapkan rakyat selama ini? Tidak. Ternyata, di zaman Soeharto (pengganti Soekarno/presiden ke dua RI) pun tetap terjadi yang namanya ketidak berpihakan kepada rakyat. Pengekangan dan pembatasan semakin merajalela. Demokrasi yang notabenenya merupakan landasan dasar menjadi alas kaki.

Akhirnya setelah lebih kurang dari 32 tahun, Soeharto pun berhasil dihancurkan/ditumbangkan rakyatnya. Apakah Indonesia sudah membaik, nyatanya TIDAK.

Lalu jika kita potong jalan cerita dari status arus kepresidenan RI. Kembali lagi ada teriakan-teriakan yang menginginkan presiden kita turun dari kursinya.

Yang menjadi pertanyaan, apakah dari tahun ketahun pola pikir rakyat negri ini tidak mengalami kemajuan atau malasnya berpikir untuk mencari solusinya? Mungkin.

Bukannya seharunya yang kita pikirkan ialah mencari solusinya? Iya dong :P. (ngomong apa sih aku, panjang lebar dan ga jelas haha)

Skip…

Yah penulis sebenarnya cuma ingin berbagi apa yang ada di kepala ini. Sesungguhnya jikapun pemimpin yang sekarang berhasil kita gulirkan dan menjadi rakyat biasa seperti kita, akankah kita bisa memastikan penggantinya akan lebih baik dari dia? Tidak. Mati satu, akan lahir seribu pemimpin baru, namun bisa jadi yang lahir ini lebih buruk dari sebelumnya, dan bisa juga lebih baik. Kalau belum ada kepastian untuk menjamin lebih baik, kenapa tidak kita selesaikan saja dulu masa dia? Toh masalah negri kita akan dihadapkan dengan masalah yang sama.

Siapapun presidennya, BBM tetap menjadi masalah utama. Sekarang mau pilih mana? Kesejahteraan rakyat yang tidak jelas entah kemana arahnya tapi utang negara semakin menumpuk. Atau BBM naik (rakyat semakin menderita, mungkin) tapi utang negara tidak terlalu banyak (entah kesiapapun itu dia berhutang haha) seperti sebelum BBM naik.

Haha, awak ini hanyalah dari kaum yang lemah dan awam, sekiranya ada positifnya, yah ambillah, jika semuanya negatif, yah buanglah jauh-jauh… haha

Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan.
Efesus